Beda dengan Stunting, Ini Penyebab Anak Pendek

Anda menyadari anak pendek ketika ia bersama dengan teman sebayanya. Penyebab anak bertubuh pendek yaitu keterlambatan pertumbuhan, genetika, dan penyakit.

Saat anak Anda sedang bermain bersama dengan teman seusianya, Anda menyadari bahwa anak pendek. Apalagi jika ia dibandingkan dengan teman dari jenis kelamin yang sama. Tumbuh kembang anak memang menjadi perhatian orangtua. Seorang anak dikatakan pendek ketika tinggi badannya lebih rendah dari teman-teman sebayanya, terutama jika orangtuanya juga lebih pendek dari rata-rata. Genetika adalah penentu utama tinggi badan. Namun, anak pendek terkadang dapat mengindikasikan masalah medis tertentu. Dalam kasus pertumbuhan tinggi badan, anak dapat tumbuh hingga ketinggian normal dengan perawatan yang tepat. Namun banyak juga kasus anak pendek yang permanen hingga dewasa.

Penyebab anak pendek

Sebelum mengetahui cara membuat anak lebih tinggi, Anda perlu memahami penyebab anak bertubuh pendek. Berikut ini penyebab badan pendek, yaitu:

1. Keterlambatan pertumbuhan

Beberapa anak berkembang lebih lambat dari yang lain. Biasanya anak yang mengalami keterlambatan pertumbuhan hanya pendek hingga masa pubertas. Mereka akan terus tumbuh menyusul teman sebayanya setelah dewasa.

2. Genetika

Jika salah satu atau kedua orangtuanya pendek, besar kemungkinan anak juga berbadan pendek. Namun, jika kedua orangtua pendek tanpa alasan medis apa pun, anak meskipun pendek masih dikatakan sehat.

3. Penyakit

Sejumlah penyakit juga bisa jadi penyebab anak bertubuh pendek, di antaranya adalah:

  • Penyakit endokrin

Penyakit endokrin memengaruhi produksi hormon terkait tinggi badan, seperti growth hormone deficiency (GHD), hipotiroidisme (kadar hormon tiroid rendah), penyakit cushing.

  • Penyakit kronis

Beberapa penyakit kronis juga dapat menurunkan tinggi badan melalui efeknya pada kesehatan secara keseluruhan. Contohnya adalah penyakit jantung, asma, penyakit radang usus, diabetes, masalah ginjal, anemia sel sabit, arthritis idiopatik remaja.

  • Kelainan genetik

Kelainan genetik yang mempengaruhi tinggi badan termasuk down syndrome, sindrom turner, dan sindrom Williams.

  • Penyakit tulang

Penyakit seperti rakhitis atau achondroplasia dapat mengubah kondisi melalui efeknya pada pertumbuhan tulang.

Berapa tinggi badan anak sesuai usia?

Penilaian tinggi badan akan bervariasi tergantung populasi anak. Batasannya bervariasi antar negara dan grafik pertumbuhan. Berdasarkan evaluasi anak bertubuh tinggi dan pendek, dokter menganggap seorang anak bertubuh pendek jika tinggi badannya kurang dari 2 standar deviasi di bawah populasi lainnya.Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, tinggi ideal anak bisa dilihat dalam tabel berikut ini:

Usia Anak Laki-Laki Anak Perempuan
1-2 tahun 71-94 cm 70-93 cm
2-3 tahun 81,5-103,5 cm 80-102,5 cm
3-4 tahun 88,5-112 cm 87,5-111 cm
4-5 tahun 95-119 cm 94-118 cm

Selain mengikuti tabel di atas, Anda sebagai orangtua juga harus siap menjawab beberapa pertanyaan, yaitu:

  • Berapa tinggi rata-rata saudara-saudara Anda?
  • Apakah Anda memiliki riwayat penyakit?
  • Kapan pubertas dimulai untuk kedua orangtua?
  • Bagaimana proses kelahiran anak?
  • Apakah ada pola tertentu dalam pertumbuhan anak?
  • Apakah pola makan dan diet anak normal?
  • Apakah ada gejala lain yang muncul?

Apa perbedaan anak pendek dan stunting?

Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Jika terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun, stunting memiliki konsekuensi yang merugikan anak. Akibat stunting, misalnya berkurangnya kinerja pendidikan, kehilangan produktivitas, dan bila disertai dengan penambahan berat badan yang berlebihan di masa kanak-kanak akan meningkatkan risiko penyakit kronis terkait gizi di masa dewasa.Kondisi ini berkaitan erat dengan perkembangan anak termasuk kapasitas kognitif, bahasa, dan motorik. Sedangkan, anak pendek tidak akan memengaruhi kondisi apa pun pada anak bila disebabkan oleh genetis. 

Perawatan jika anak didiagnosa pendek

Perawatan bagi anak pendek tergantung penyebabnya. Penggantian hormon tiroid dapat digunakan untuk mengobati hipotiroidisme. Suntikan hormon pertumbuhan dapat mengobati GHD dan beberapa kondisi lainnya, termasuk sindrom Turner dan gagal ginjal kronis. Namun, tidak semua anak pendek membutuhkan perawatan. Anak yang secara genetika mewariskan tinggi badan yang pendek tidak membutuhkan perawatan. Tantangannya adalah anak kemungkinan mendapatkan perundungan (bullying) dari teman sebayanya. Orangtua dapat memberikan jaminan dan penekanan bahwa anak bisa mencintai dan menerima tubuhnya sendiri.

Bagian Postingan Ini

Komenetar (0)

Tinggalkan komentar